Jumat, 29 Maret 2019

20+ Wawancara Tentang Pendidikan, Pedagang, Lingkungan, Teman, Guru

Contoh wawancara – untuk membuat teks wawancara, kamu harus memperhatikan beberapa hal penting didalamnya. Akan tetapi sebelum akan dibahas mengenai contoh dari teks wawancara dan berbagai jenis lainnya, ada hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu. Hal hal yang harus kamu ketahui lebih dulu mengenai hal paling pokok yang berhubungan dengan contoh wawancara.

Contoh wawancara yang menggunakan prinsip 5W + 1H

Dalam sebuah teks wawancara, minimal didalamnya harus mengandung unsur berupa 5W + 1H. Untuk kamu yang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan 5W + 1H, langsung simak penjelasan dibawah ini.
5W + 1H merupakan sebuah singkatan yakni:
  1. Apa (What)?
  2. Siapa (Who)?
  3. Dimana (Where)?
  4. Kapan (When)?
  5. Mengapa (Why)?
  6. Bagaimana (How)?
Jadi, teks wawancara yang kamu buat harus memuat pertanyaan diatas. Sehingga informasinya bisa memuat ke 6 unsur yang disebutkan diatas. Karena unsur unsur diatas hingga saat ini tetap digunakan. Khususnya dipakai dalam prinsip penulisan sebuah berita. Dari berita di Koran, pesan singkat, surat kabar, atau berita lainnya.

Contoh teks wawancara

Pada contoh wawancara, pastinya setiap teks tersebut memuat berbagai jenis wawancara yang sesuai terhadap tema yang dipilih. Akan tetapi, isinya tetaplah harus mengacu pada prinsip diatas yakni 6 prinsip (5W+1H). Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak contoh wawancara berikut ini.


Jenis-Jenis Wawancara

Ada sejumlah jenis pawancara yang penting untuk diketahui, antara lain adalah sebagai berikut;

Wawancara Terbuka

Wawancara pertama adalah jenis wawancara terbuka yang berkiatan dengan ketidak terikatan antara pewawancara dan narasumber. Pernytaan yang disusun dalam wawancara ini berkaiatan erat dengan pendapat yang yang diminta oleh pewawancara kepada narasumber. Bisa pendapat dari pedagang, pendapat dari pembeli, pengunjung, dan pendapat-pendapat lainnya.

Wawancara Tertutup

Wawancara tertutup adalah jenis wawancara yang dilakukan penelitian dengan tertutup, karakteristik wawancara ini memiliki pertanyaan yang sudah disiapkan dan bersifat terbatas. Pertanyaan yang disipakan dalam wawancara ini biasanya sudah diberikan jawaban di lembara pertanyaan yang telah ditentukan. Contoh wawancara ini seperti koesioner penelitian.

Wawancara Bebas

Pengertian wawancara bebas adalah kegiatan wawancara yang dilakukan atas sejumlah pertanyaan yang diperlukan spontan dalam kegiatan wawancara, karaketristik yang ada dalam pertanyaan wawancara ini tentusaja tidak terstruktur karena pertanyaan yang diperlukan sesuai dengan data dan fakta di lapangan.

Wawancara Terpimpin

Pengertian wawancara terpimpin adalah jenis wawancara yang pertanyaannya sudah dipersipakan sebelumnya. Wawancara ini konotasi dari wawancara bebas, yang artinya sejumlah pertanyaan sudah dipersiapakan jauh-jauh hari sebelum melakukan teknik analisis data penelitian.

Wawancara Individual

 Pengertian wawancara individu adalah jenis wawancara yang dilakukan ole seorang pewawancara dengan orang lain (narasumber). Hanya ada mereka berdua yang melakukan kegiatan ini, keperluannya dan kepentingannya dalam wawancara individual ialah untuk menggali informasi yang lebih dalam dan sifatnya tertutup.



Wawancara 1

Di bawah ini adalah contoh wawancara tentang pentingnya menuntut limu dengan narasumber yang merupakan seorang cendekiawan.
Pewawancara :
Selamat pagi Professor Widodo, apakah saya boleh meminta waktunya sebentar untuk mewawancarai Bapak ?
Narasumber :
Selamat pagi, Adik dari mana ya ?
Pewawancara :
Saya dari majalah pendidikan Pintu Ilmu, ingin mewawancarai Bapak mengenai pentingnya menuntut ilmu.
Narasumber :
Oh, kalau begitu mari langsung saja dimulai wawancaranya!
Pewawancara : 
Kalau boleh, bisakah bapak menceritakan profil singkat pendidikan Bapak ?
Narasumber :
Saya pernah bersekolah di SDN 1 Tanjung Gading, kemudian saya melanjutkan SMPN 1 dan SMA 1 Suka Maju. Setelah itu saya kuliah di Universitas Terang Benderang dan mengambil jurusan Ilmu Filsafat. Saya mendapatkan gelar professor saya di Universitas Indonesia.
Pewawancara :
Sudah berapa lama Bapak menyandang gelar professor ini ?
Narasumber :
Saya mendapatkan gelar professor saya dalam bidang filsafat ketika saya berumur 45 tahun, jadi kira – kira sudah 4 tahun.
Pewawancara :
Apasih yang memotivasi Bapak untuk terus belajar di hari tua Bapak ?
Narasumber : 
Bagi saya ilmu adalah nafas, jadi jika saya tidak belajar atau berhenti belajar saya akan mati. Hal ini dikarenakan ilmu sangatlah penting untuk dipelajari tidak peduli berapapun umur kita karena ilmu selalu berkembang dan jika kita berhenti belajar maka kita akan tertinggal.
Pewawancara :
Jadi meskipun sudah menjadi professor pun Bapak masih belajar.
Narasumber :
Tentu, hingga saat ini pun saya masih mempelajari ilmu – ilmu yang telah saya dapatkan dan ilmu – ilmu baru dengan cara belajar sendiri maupun mengajar mahasiswa. Mengajar juga bisa dijadikan sarana untuk mengajar karena mengajar bukan hanya mentransfer ilmu saja, melainkan beridiskusi dengan para mahasiswa mengenai berbagai macam hal.
Pewawancara :
Menurut Bapak mengapa sih menuntut ilmu itu penting ?
Narasumber :
Ilmu adalah suatu hal yang bisa menaikan derajat kita di mata Tuhan dan manusia. Dengan ilmu kita bisa memperbaiki diri kita sendiri dan masayarakat sekitar kita. Tanpa ilmu, kita akan kembali ke jaman primitive dan kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain karena sebaik – baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Pewawancara :
Menurut Bapak sejak kapan kita mulai menutut ilmu dan sampai kapan ?
Narasumber :
Nabi Muhammad SAW bersabda tuntulah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Beliau memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu sepanjang hidup kita di mulai dari kecil hingga kita mati. Waktu yang paling pas untuk belajar adalah ketika kita berumur 4 hingga 6 tahun karena masa – masa itu disebut dengan golden age dimana otak akan bekerja dengan sangat optimal. 
Pewawancara :
Menurut Bapak bagaimana dengan dunia pendidikan kita saat ini ?
Narasumber :
Pendidikan kita saat ini masih tertinggal dengan Negara – Negara maju, seperti Amerika, Inggris, dan lain – lain. Hal ini dikarenakan pemrintahnya yang belum berkomitmen untuk memajukan pendidikan di negeri ini dan juga kurangnya dan tidak meratanya pendidikan di negeri ini.
Pewawancara :
Lantas apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan kita ?
Narasumber :
Pemerintah harus menyatukan tujuan mereka mau di bawa kemana dunia pendidikan ini, dengan cara memberikan kurikulum yang benar – benar baik yang tidak terus menerus mengalami pergantian. Dan juga pemerintah harus memperbaiki fasilitas dan meratakan pendidikan di negeri ini, jangan hanya berkonsentrasi di perkotaan saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.
Pewawancara :
Saya kira cukup sampai di sini Prof, Terimakasih atas waktunya.
Narasumber :
Terimakasih kembali.

Wawancara 2

Berikut ini adalah wawancara dengan salah satu guru SMA tentang penarikan kurikulum 2013.
Pewawancara :
Selamat pagi Pak, apakah saya bisa minta waktunya sebentar untuk wawancara ?
Narasumber :
Selamat pagi, dengan senang hati, Silahkan!
Pewawancara :
Kita telah mengetahui bahwa kurikulum 2013 telah ditarik kembali dan dikembalikan ke KTSP. Bagaimana pendapat Bapak sebagai pengajar ?
Narasumber :
Menurut pendapat saya langkah yang telah dilakukan oleh pemerinta ini telah tepat.
Pewawancara :
Apa alasan Bapak menyetujui langkah ini ?
Pewawancara :
Sebenarnya kurikulum 2013 adalah kurikulum yang bagus karena meananamkan nilai – nilai karakter ke dalam diri siswa, tetapi kurikulum ini masih belum efektif jika ditetapkan sekarang ini karena masih banyak permasalahan – permasalahan yang mengahalangi tercapainya tujuan kurikulum baru tersebut.
Pewawancara :
Permasalahan – permasalahan seperti apa yang mengahalangi itu Pak ?
Narasumber :
Banyak sekali, seperti ketiadaan buku – buku penunjang, kurang siapnya beberapa guru dan sekolah karena kurang sosialisasi.
Pewawancara : 
Jadi apakah selama ini Bapak belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah ?
Narasumber :
Kami belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah. Selama ini kami mempelajarinya dari membaca di internet dan dari seminar – seminar yang diadakan oleh sekolah.
Pewawancara :
Lantas apa pendapat Bapak dengan dikembalikannya kurikulum ke KTSP ?
Narasumber :
Pengembalian kurikulum ke KTSP membuat kami lega dan memudahkan kami kembali untuk mengajar.
Pewawancara :
Lalu apa harapan Bapak kepada pemerintah ?
Narasumber :
Saya berharap pemerintah kembali merevisi kurikulum 2013 itu sehingga menjadi sempurna dan kemudian melukukan sosialisasi – sosialisasi di sekolah. Dengan begitu, kami semua bisa siap melaksanakannya.
Pewawancara :
Terimakasih atas waktu yang telah Bapak berikan, semoga harapan Bapak bisa didengar oleh pemerintah.
Narasumber :
Terimakasih kembali.
 
 
 
 
 Berikut ini adalah contoh teks wawancara tentang tema perdagangan :

Pewawancara:Selamat pagi pak, boleh minta waktunya sebentar?

Pedagang:Boleh saja dik, ada apa ya?

Pewawancara :Begini pak, saya dari harian Bandar Lampung Bicara. Saya bermaksud untuk mewawancarai bapak perihal geliat perekonomian pedagan kecil dan menengah pak. Apa boleh saya melakukan wawancara dengan bapak?

Pedangang:Boleh saja dik. Kebetulan ini sedang jam istirahat siang. Adik sudah makan siang?

Pewawancara:Oh sudah pak, terima kasih. Kalau boleh, saya ingin langsung saja memulai wawancara kepada bapak.

Pedagang:Oh tentu saja, silahkan dik!

Pewawancara: sudah berapa lama bapak berdagang di kawasan ruko pasar tengah Tanjung Karang ini pak?

Pedagang :saya mulai membuka toko ini sejak tahun 1999, berarti kurang lebih saya sudah berdagan selama 17 tahun.

Pewawancara :sebelum berdagang, bapak pernah menjalani profesi lainnya?

Pedagang :belum pernah mas, sejak kuliah saya memang hobui berjualan. Nah, saya pikir-pikir kenapa tidak saya teruskan saja hobi saya tersebut sebagai profesi.

Pewawancara:wah, bapak dulu pernah belajar di perguruan tinggi ternyata. Lantas kenapa tidak bekerja di perusahaan dan semacamnya pak?

Pedagang:sebenarnya tidak ada alasan khusus kenapa saya memilih untuk berdagang dari pada bekerja. Alasan paling masuk akal ya karena saya bahagia menjalani profesi ini, itu saja.

Pewawancara:jadi baak memilih untuk berdagang hanya karena alasan senang melakukannya?

Pedagang : Ya, itu alasan utamanya mas. Tapi ada beberapa alasan lain yang memantapkan hati saya untuk terus berdagang pasca lulus kuliah.

Pewawancara: wah, apa saja itu pak?

Pedagang: begini ya mas, pertama, saya ini seorang muslim. Sebagai seorang muslim tentu sudah sewajarnya mengikuti panutannya yakni Nabi Muhammad SAW, benar kan?

Pewawancara: betul pak, lalu kaitannya dengan berdagang?

Pedagang :sudah jelas mas, Nabi Muhammad itu profesinya tak lain adalah pedagang. Nah, saya mencontoh beliau saja. ha…ha.

Pewawancara : begitu ya pak? Saya setuju dengan bapak. Ada alasan lainnya?

Pedagang : ada mas, berdagang bagi saya tak hanya sebatas profesi untuk mencari uang semata. Lebih dari itu.

Pewawancara : misalnya pak?

Pedagang : begini mas, saya pemilik toko sembako yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis barang kebutuhan pokok. Toko saya ini cukup sibuk dengan berbagai aktivitas mulai dari pagi hingga sore hari. bahkan terkadang sampai malam atau pagi kembali. Dengan kesibukan yang luar biasa ini, mungkinkah saya kerjakan sendiri?

Pewawancara : tentu tidak bisa pak. Bapak harus mempekerjakan karyawan.

Pedagang : tepat sekali, saya harus memberdayakan karyawan. Secara tidak langsung saya ikut serta dalam upaya meminimalisikan angka pengangguran bukan? bahkan jika ditarik benang merahnya, saya pun turut andil dalam memberantas kemiskinan dengan membuka lapangan pekerjaan di toko saya.

Pewawancara : penjelasan bapak barusan ada benarnya juga. Namun bukannya menjadi pedagang itu penghasilannya tidak menentu ya pak?

Pedagang : kalau itu sih ya tergantung rezeki saja mas. Yang jelas penghasilan pedagang itu tidak statis. Kalau sedang ramai, ya penghasilan bisa berkali-kali lipat gaji pegawai kantoran. Namun jika sedang sepi, ya bersabar saja. nanti juga akan ramai lagi.

Pewawancara: apa yang membuat bapak begitu optimis?

Pedagang:jadi pedagang memang harus optimis mas. Kalau tidak, ya lebih baik mundur saja.

Pewawancara: saya paham arah penjelasan bapak barusan. Kembali lagi ke pertanyaan awal ya pak. Adakah alasan lain mengapa bapak memilih menjadi pedagang ketimbang menjalani profesi lainnya?

Pedagang : alasan lainnya mengapa saya memilih berdagang adalah karena saya bisa lebih leluasa mengatur waktu. Sebenarnya alasan semacam ini juga dirasakan oleh sebagian besar pengusaha, freelancer (pekerja paruh waktu), dan semua profesi selain pekerja kantoran.

Pewawancara : mengapa bisa begitu pak?

Pedagang : begini mas, profesi sebagai pekerja itu harus tahan terhadap tekanan atasan, jadwal bekerja yang ketat, dan terikat dengan segala aturan yang diberlakukan oleh intansi atau perusahaan di tempat ia bekerja. Belum lagi masalah lainnya seperti gaji yang tidak layak, jam kerja yang diluar batas kewajaran, dan sederet masalah lainnya. Dengan kata lain, mereka tak memiliki kebebasan seperti pedagang, pengusaha, dan wirausahawan lainnya. Jika boleh saya mengatakan, jadi pekerja itu harus rela sebagian hidupnya “terjajah” oleh profesi yang ia geluti.

Pewawancara: tapi bukankah itu memang konsekuensi logis yang harus dijalani para pekerja pak?

Pedagang: benar sekali, dan saya pribadi tak sanggup menanggung beban konsekuensi tersebut. Nah, karenanya saya lebih memilih untuk berdagang saja.

Pewawancara : baik pak, ini pertanyaan terakhir saya. Sampai kapan bapak akan menggeluti profesi sebagai pedagang?

Pedagang : Insya Allah saya akan terus berdagang sampai akhir hayat saya. Karena berdagang bagi saya bukan hanya usaha untuk mendapatkan uang. Lebih dari itu, berdagang adalah ibadah, belajar, dan sarana untuk memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang.

Pewawancara : luar biasa, semoga usaha bapak semakin sukses ke depannya. Baiklah pak, terima kasih, saya permisi dulu.

Pedagang : aamiin, terima kasih kembali.
 
 
 
 
“Berikut ini adalah wawancara antara PENJUAL CAKWEI dengan 4 orang siswi”
Siswi               : Permisi bang , maaf mengganggu ,boleh minta waktunya sebentar ?
Penjual          : Iya boleh neng , Ada yang bisa saya bantu ?
Siswi               : Begini bang kami mendapat tugas dari guru kewirausahaan kami
                          untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber . Apa abang      
                          bersedia untuk di wawancarai ?
Penjual          : Silahkan saja neng .
Siswi               : Kapan abang memulai usaha menjual cakwei ?
Penjual          : Tahun 2005 neng
Siswi               : Pada saat awal abang berjualan , Abang keliling atau menetap
                          dirumah (membuka usaha dirumah)
Penjual          : Pertama dagang abang langsung keliling ,biasanya abang langsung
                          kesekolah sekolah .
Siswi               : Kenapa abang memilih berjualan cakwei , apa alasannya ?
Penjual          : Alasannya abang berjualan cakwei karena memang kemampuan
                          yang dimiliki hanya sebatas itu .
Siswi               : Berapa modal awal yang abang keluarkan untuk berjualan ?
Penjual          : Waktu itu modalnya hanya Rp.40.000, untuk membuat bahan 3kg
                          adonan cakwei.
Siswi               : Apa saja bahan-bahan untuk membuat cakwei ?
Penjual          : Bahannya terigu ,garam,soda kue,bawang putih secukupnya ,dan
                         saus siap pakai yang dimasak terlebih dahulu .
Siswi               : Dalam sehari abang berjualan dari jam berapa sampai jam berapa ?
Penjual          : Dari jam 09.00-17.00 atau 18.00.
Siswi               : dari pertama dagang abang sudah pakai gerobak atau dipikul baru
                         menggunakan gerobak ?
Penjual          : Dulu pertama dipikul ,hampir satu tahun saya menggunakan pikulan
                         , karena saya tidak kuat jika terus dipikul akhirnya saya memilih
                          untuk menggunakan gerobak.
Siswi               : Setelah abang pakai gerobak ,dagangan abang bertambah
                         (bervariasi) atau tidak ?
Penjual          : Ya neng abang tambah dengan cimol dan otak-otak.
Siswi               : Nah setelah abang tambah dagangannya ,berapa modal yang abang
                         keluarkan setiapharinya ?
Penjual          : Ya sekitar Rp.130.000 neng .
Siswi               : Dengan modal Rp.130.000 ,masing-masing bahan bisa abang buat
                         berapa kilogram ?
Penjual          : Cakwe 3kg , cimol 2kg, otak-otak 10 bungkus,minyak goring 1 ½ kg
Siswi               : Berapa penghasilan rata-rata abang setiap harinya ?
Penjual          : Penghasilan sehari Rp.200.000 dengan keuntungan bersih
                         Rp.70.000.
Siswi               : Apabila adonan tidak habis terjual ,maka dibuang atau abang olah
                         lagi ?
Penjual          : Kalau sekiranya masih bagus di simpan di kulkas , tetapi jika adonan
                         sudah melembung di buang .
Siswi               : Nah untuk minyak goreng ,dalam penggunaannya abang pakai
                         berapa kali ?
Penjual          : Saya pakai selama 3kali , setelah itu saya ganti dengan yang baru.
Siswi               : Usaha abang ini ,abang jalankan sendiri atau memang abang buka
                         usaha juga di rumah ?
Penjual          : Tidak neng, abang jalankan sendiri .
Siswi               : Oh gitu yya bang ,saya kira kami sudah cukup banyak mengetahui
                        tentang usaha cakwei ini ,kami mengucapkan terima kasih atas
                        waktu yang abang luangkan ,semoga usaha yang abng jalankan bisa
                        maju .
Penjual          : Amiin ,sama sama neng .
 
 
 
 
 
 

Data Diri Pewawancara dan Narasumber

Wawancara Tentang Lingkungan
Topik : Kebersihan Lingkungan di Sekolah MAN 2 Model Banjarmasin
Pewawancara : Mahmudah
Narasumber : Akbar
Kelas : XI Agama 1
Tempat : MAN 2 Model Banjarmasin
Waktu : Rabu 22 Nopember 2017
Pukul : 10.15 WIB
Mengutip dari wikipedia, sukses tidaknya suatu kegiatan wawancara tergantung oleh sikap wartawan, dan juga bagiamna penampilan serta prilaku wartawan terhadap narasumber. Dengan sikap yang baik akan menimbulkan suasana wawancara berjalan lebih santai dan lebih akrab.

Daftar Pertanyaan

Wawancara Tentang Lingkungan
1. Apa pendapat anda tentang arti kebersihan, khususnya untuk sekolah?
2. Pentingkah menjaga kebersihan, berikan alasan anda!
3. Seberapa pentingkah menurut anda kebersihan lingkungan sekolah dengan keberhasilan suatu proses pembelajaran?
4. Sejauh ini menurut anda seberapa besar kesadaran para siswa terhadap kebersihan di lingkungan sekolah?
5. Bagaimana cara anda untuk memberikan kesadaran terhadap siswa disekolah, agar mereka bisa menjaga kebersihan dilingkungannya?
6. Menurut anda seharusnya siapa yang berperan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
7. Apakah kebersihan sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar?
8. Menurut anda apa alasan bagi mereka yang tidak memperhatikan kebersihan pada lingkungannya?
9. Jika anda yang diberi tanggung jawab untuk mengawasi kebersihan dilingkungan sekolah, program apa yang akan anda rencanakan dan dilakukan kedepannya?
10. Apa harapan anda kedepannya terdapat kebersihan yang ada dilingkungan sekolah ini?

Hasil Wawancara Tentang Lingkungan

Wawancara Tentang Lingkungan

Pewawancara : “ assalamu’alaikum ka “
Narasumber : “ wa’alaikum salam “
Pewawancara : “ Maaf sebelumnya apakah saya mengganggu waktu anda?“
Narasumber : “Tentu tidak, ada yang bisa saya bantu? “
Pewawancara : “Saya mendapatkan tugas dari guru untuk mewawancarai salah satu murid yang ada disekolah ini tentang kebersihan yang ada disekolahan kita, bolehkah saya mewawancarai anda?“
Narasumber : “ iya dengan senang hati, silahkan, apa yang mau kamu tanyakan?“
Pewawancara : “iya terimakasih atas waktunya ka, baiklah yang pertama saya akan menanyakan tentang apa pendapat anda tentang kebersihan?khususnya bagi lingkungan sekolah?”
Narasumber : “kebersihan menurut saya ialah suatu pemandangan yang nyaman, enak dipandang, dan tidak ada sampah yang berserakan, baik di dalam kelas maupun diluar kelas”

Pewawancara : “ Menurut anda,pentingkah kebersihan itu dan apa alasannya? ”
Narasumber : “ ya pasti penting sekali, karna dengan kita menjaga kebersihan, secara tidak langsung kita juga menjaga kesehatan diri kita dan lingkungan yang ada disekitar kita“
Pewawancara : “Seberapa pentingkah menurut anda kebersihan lingkungan sekolah dengan keberhasilan suatu proses pembelajaran?
Narasumber : “menurut saya sangat penting, jika pembelajaran diadakan dilingkungan yang tidak bersih dan bahkan menimbulkan bau tidak sedap, seperti sekolah yang berdampingan dengan kandang sapi dan lainnya, maka pembelajaran akan terhambat karena akan mengganggu konsentrasi dalam belajar, dan akan mempengaruhi nilai kita nantinya karna pelajaran yang diajarkan tidak semuanya dapat diserap dengan sempurna”
Pewawancara: “Sejauh ini menurut anda seberapa besar kesadaran para siswa terhadap kebersihan di lingkungan sekolah?”


Wawancara Tentang Lingkungan

Narasumber : “Menurut saya kesadaran siswa disini terhadap kebersihan sekolah masih kurang memuaskan, bisa kita lihat dari kebersihan yang ada dikelas masing-masing, yang mana sampah kertas dan pasir masih banyak berserakan dilantai. Padahal jadwal piket sudah dibagikan tiap kelas”
Pewawancara: “Bagaimana cara anda untuk memberikan kesadaran terhadap siswa disekolah, agar mereka bisa menjaga kebersihan dilingkungannya?”
Narasumber : “ biasanya saya hanya bisa menegur teman-teman yang melakukan hal yang tidak baik, seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, sambil menegur dengan candaan, karena tidak bisa dengan cara yang kasar dan tegas hal ini mungkin bisa menyinggung perasaan taman-teman”
Pewawancara: “Menurut anda seharusnya siapa yang berperan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah?”
Narasumber : “ Menurut saya yang seharusnya berperan untuk menjaga kebersihan seharusnya semua murid dan guru yang ada disekolah, selain itu memulai dari diri sendiri untuk membiasakan kebersihan baik dirumah, maupun disekolah.”
Pewawancara :” Apakah kebersihan sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar?”
Narasumber : “ ya jelas, seperti yang saya katakana tadi, jika lingkungan sekolah tidak bersih maka pembelajaran akan terganggu konsentrasinya.”
Pewawancara: “Menurut anda apa alasan bagi mereka yang tidak memperhatikan kebersihan pada lingkungannya?”
Narasumber : “ Menurut saya alasan mereka tidak memperhatikan kebersihan mungkin karena ada rasa malas, dan hanya mengaharapkan tenaga kebersihan yang ada disekolah saja, tanpa ada kesadaran langsung dari diri masing-masing bahwa kebersihan itu merupakan tanggung jawab bersama.”
Pewawancara : “Jika anda yang diberi tanggung jawab untuk mengawasi kebersihan dilingkungan sekolah, program apa yang akan anda rencanakan dan dilakukan kedepannya?”
Wawancara Tentang Lingkungan
Narasumber : “ jika saya diberi tanggung jawab seperti itu, saya akan mencanangkan jum,at bersih pada setiap minggunya, yang mana setiap murid dan guru saling bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, selain itu diadakan juga sabtu indah yakni dengan cara menghiasi setiap ruangan kelas masing-masing agar terlihat lebih indah dan bersih, dan untuk program bulanannya bisa saja diadakan minggu sehat dengan cara jalan santai untuk semua murid dan guru disekolah kita.”
Pewawancara : “Apa harapan anda kedepannya terdapat kebersihan yang ada dilingkungan sekolah ini?”
Narasumber : “ harapan saya kedepan untuk kebersihan dilingkungan sekolah kita lebih diperhatikan lagi, jangan sampai hanya mengharapkan tenaga kebersihan disekolah, akan tetapi mulailah rasa kesadaran dari diri masing-masing supaya proses pembelajaran kita dapat berjalan dengan baik.”
Pewawancara : “ wah jawaban kaka sangat bagus sekali, Terima kasih atas waktunya. Ya ka maaf sekali lagi menganggu waktunya “
Narasumber : “ iya, sama-sama “



Kesimpulan


Menurut akbar, kebersihan yang ada disekolah masih kurang bersih, dan menjaga kebersihan sekolah itu merupakan hal yang sangat penting karena dengan menjaga kebersihan lingkungan, secara tidak langsung juga akan menjaga kesehatan dalam diri kita dan lingkungan sekitar.
Menurut akbar menjaga kebersihan bisa saja dilakukan dengan cara mengadakan jum,at bersih pada setiap minggunya, yang mana setiap murid dan guru saling bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah, selain itu diadakan juga sabtu indah yakni dengan cara menghiasi setiap ruangan kelas masing-masing agar terlihat lebih indah dan bersih, dan untuk program bulanannya bisa saja diadakan minggu sehat dengan cara jalan santai untuk semua murid dan guru disekolah kita.

Dengan cara ini mungkin saja nantinya akan menyadarkan siswa dan guru yang dirasa belum menyadari akan arti pentingnya kebersihan bagi kehidupan dan lingkungan sekolah. Kebersihan tidak hanya siswa yang seharusnya menjaga akan tetapi semua yang ada dilingkungan sekolah tersebut baik guru, staf dan lainnya.
Dalam proses pembelajaran kebersihan sangatlah mempengaruhi hasil belajar, Karen jika lingkungan kelas yang tidak nyaman, dan tidak bersih akan menganggu konsentrasi dalam belajar. Bagi siswa dan guru yang masih kurang sadar akan pentingnya kebersihan disekolah, hal ini mungkin karena adanya rasa malas dan hanya mengharapkan tenaga kebersihan disekolah.
 
 
 
 
 
 
 Contoh Wawan Cara Kepada Teman
 
 
 
 Berikut Adalah Contoh wawancara dengan teman sebangku tentang cita-cita



Wawancara 1

Rono : selamat pagi kawan
Rista : pagi juga, bisa saya bantu
Rono : ada yang saya bicarakan tentang cita cita kita
Rista : oooh, ya silahkan
Rono : kamu cita citanya apa
Rista : cita cita saya jadi pramugari, lah kamu
Rono : cita cita saya jadi tentara
Rista : oooh gitu,
Rono : ya. aku tanya cita cita kamu pramigari, kalau naik pesawat, jatuh, hancur, lalu kamu meninggal gimana coba.
Rista : semua itu harus punya resiko, biarpun aku mati yang terpenting demi nusa dan bangsa
Rono : oooh gitu
Rista : kalau kamu jadi tentara terjun kemedan perang, tertembak/kebom, meninggal gimana coba
Rono : kalau itu tergantung dari kita apapun yang terjadi demi keamanan negara aku rela mati.
Rista : oooh
Rono : ya. udah ya percakapannya saya mau kekantin dulu
Rista : oooh ya silahkan.



Wawancara 2


A: Selamat siang , maaf menganggu saya dari berita harian xxx ingin mewawancarai bapak . apakah anda bersedia ?
B: ya silahkan>
A: setiap orang didunia ini pasti punya tujuan hidup atau cita-cita, bagi anda apa itu cita-cita dan pentingkah bagi kehidupan manusia ? dan apa cita-cita anda ?
B: menurut saya cita-cita itu sangat penting karena bisa menjadi suntikan tenaga dan motivasi untuk terus belajar dan bekerja dengan lebih keras agar tujuan hidup tersebut dapat tercapai.
A: lalu apa cita-cita nada ?
B: cita-cita saya tentunya menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain terutama yang berada di lingkungan tempat tinggal saya . dan bagi saya pribadi saya pribadi tujuan hidup saya yaitu menjadi manusia yang bisa membahagiakan orangtua . dan juga bisa mendapatkan perkerjaan yang layak agar status sosial keluarga saya bisa meningkat dan hidup dengan layak dalam hal ini saya ingin menjadi seorang akuntan yang bertanggungjawab dan dapat diandalkan untuk menangani masalah keuangan suatu perusahaaan atau instansi pemerintah.
A: Ehm sangat berkesan pemaparan dari anda . untuk saat ini mungkin hnya sampai disini saja wawancara kita . terima kasih karena bersedia melayani kami . saya ucapkan banyak terimakasih .
B: sama-sama.


Wawancara 3

Penanya        : Assalamu alaukim
Narasumber : waalaikum salam
Penanya        : Apaka saya bisa mewawancarai anda ?
Narasumber : ya
Penanya        : Siapakah nama anda
Narasumber : Nama saya Baso ilham
Penanya        : Berapa umur anda ?
Narasumber : kalau tidak salah udah 16 tahun
Penanya        : Dimanakah anda tinggal dan dimana anda sekolah
Narasumber : Saya tinggal di Anabanua dan saya sekolah di SMA 1 MANIANGPAJO
Penanya        : Bagaimanakah keseharian anda di sekolah itu,apakah menyengkan atau sebaliknya
Narasumber : ya pastilah menyenangkan, apalagi jika lagi nongkrong sama teman, saya terkadang lupa waktu. Serta kadang-kadang ada hal yang saya tidak suka yaitu jika saya lagi di ganggu atau jika di ejek-ejek sama  orang yang saya tidak suka
Penanya        : siapa yang menyuruh anda untuk sekolah di sana
Narasumber : Sebenarnya sih tidak ada ,saya sekolah disana atas kemauan saya sendiri dan sekolah itu tidak terlalu jauh dari rumah saya serta teman-teman saya yang lain, juga banyak yang sekolah disana
Penanya        : Dimana anda biasanya pergi atau nongkrong jika lagi libur atau lagi tidak ada kerjaan
Narasumber : Biasanya sih kerumah teman dan jika saya lagi banyak uang biasanya saya serta teman-teman kadang-kadang ke pasar untuk beli pakaian atau keperluan yang lainnya
Penanya        : Kapan anda biasanya berkumpul bersama keluarga anda ?
Narasumber : Biasanya saat makan malam serta jika ada hari-hari penting contohnya saat hari raya idul adha dan sebagainya







 Berikut ini adalah contoh teks wawancara yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

1. Contoh teks wawancara singkat dengan Polisi

Saeful : “Selamat pagi, Pak.”


Pak Gunawan: “Selamat pagi.”


Saeful: “Nama saya Saeful, Pak. Bolehkah saya tahu nama Bapak?”


Pak Gunawan : “Tentu saja boleh. Saya Pak Gunawan .”


Saeful: “Saya ingin bertanya tentang aturan lalu lintas. Aturan lalu lintas itu contohnya apa saja, Pak?”


Pak Gunawan: “Contoh aturan lalu lintas banyak sekali. Contohnya antara lain pengemudi kendaraan bermotor harus mempunyai surat izin mengemudi (SIM), pengendara sepeda engine harus memakai helm, menaati lampu lalu lintas, dan menaati rambu-rambu lalu lintas. Apabila adik akan menyeberang jalan harus melalui tempat penyeberangan jalan seperti jembatan penyeberangan dan zebra cross.”


Saeful: “Lalu, apa fungsi dari aturan lalu lintas itu, Pak?”


Pak Gunawan: “Fungsinya untuk mengatur pengguna jalan raya. Supaya lalu lintas di jalan raya menjadi tertib dan teratur. Apabila tidak ada aturan lalu lintas, orang pasti akan berbuat semaunya. Akibatnya lalu lintas menjadi macet. Selain itu juga akan terjadi banyak kecelakaan. Jadi, aturan lalu lintas juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan itu sendiri.”


Saeful: “Jadi semua orang harus mematuhi aturan lalu lintas ya, Pak?”


Pak Gunawan: “Betul sekali.”


Saeful: “Terima kasih, Pak,atas penjelasannya. Sekarang saya tahu pentingnya aturan lalu lintas.”


Pak Gunawan: “Terima kasih kembali. Hati-hati di jalan raya, ya!”


Saeful: “Baik, Pak.”



2. Contoh teks wawancara tentang pendidikan

Saya       : “Selamat sore pak?”
Narasumber : “Selamat sore juga. Ada yang bisa saya bantu?”


Saya              : “Apa boleh saya mewawancarai Anda?”


Narasumber : “Ya, boleh silahkan.”


Saya              : “Perkenalkan saya Ahmad Fatoni, siswa dari SMA Negeri 2 Bandarlampung. Saya ingin mewawancarai anda mengenai Perpustakaan Kota di Bandarlampung. Saya mulai pertanyaan pertama, menurut Anda bagaimana keadaan perpustakaan kota di Bandarlampung saat ini?”


Narasumber : “Bisa dibilang lebih maju. Kualitasnya sudah mulai diperbaiki. Koleksi-koleksi bukunya pun saat ini sudah mengikuti perkembangan zaman.”


Saya              : “Sebenarnya seberapa penting perbaikan kualitasnya?”


Narasumber : “Bagi perpustakaan yang benar-benar berorientasi pada pendidikan sangat penting. Ini untuk mendorong minat baca masyarakat.”


Saya              : “Buku apa yang paling menarik minat baca masyarakat menurut Anda?”


Narasumber : “Yang saya ketahui masyarakat terutama generasi muda lebih berminat pada buku cerita.”


Saya              : “Mengapa buku cerita menjadi penarik minat pertama para pembaca?”


Narasumber : “Karena mungkin berhubungan dengan orientasi pendidikan sekarang yang dirasa membosankan. Jadi pendidikan saat ini seharusnya tidak sekedar mencari pengetahuan semata, namun juga yang meningkatkan minat baca.”


Saya              : “Siapakah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengubah minat baca dari buku cerita ke buku pengetahuan?”


Narasumber : “Menurut saya pihak keluargalah yang utama dan selanjutnya adalah pihak guru di sekolah,”


Saya              : “Saya rasa hanya itu yang ingin saya tanyakan, terima kasih atas waktu luangnya. Selamat sore.”


Narasumber : “Ya. Sama-sama. Selamat sore juga.”


3. Contoh teks wawancara dengan narasumber

(Tentang pencurian di rumah Pak Ahmad)
Wartawan : Pukul berapa, kejadiannya, Pak?


Pak Ahmad : Kira-kira pukul 2 malam.


Wartawan : Apa saja yang diambil pencuri, Pak?


Pak Ahmad: Televisi, radio, VCD, dan laptop.


Wartawan : Mengapa hanya barang elektronik yang diambil, tidak uang atau perhiasan?


Pak Ahmad: Mungkin kalau pencuri itu masuk kamar, takut saya dan istri saya terbangun! Kan, repot kalau ketahuan!


Wartawan : Oya, ini termasuk wilayah kepolisian mana, Pak?


Pak Ahmad: Perumahan Permata Biru ini termasuk Kelurahan Sukarame Permata, Kecamatan Sukarame, wilayah hukum Polres Bandarlampung.


Wartawan : Bapak sudah punya dugaan, siapa kira-kira pencurinya itu?


Pak Ahmad: Lah, gak tahu, ya! Kalau sudah tahu, tentu saja sudah saya tangkap. Tapi melihat jendela yang rusak, seperti sudah tahu bahwa jendela dekat pojok sana engselnya rusak. Saya curiga, jangan jangan orangnya tahu rumah saya. Itu hanya kecurigaan! Yang jelas saya tidak menuduh siapa-siapa, takut menjadi fitnah! Fitnah, itu kan, dosa. Nanti sama dosanya dengan yang mencuri barang-barang saya ini!


Wartawan : Bagaimana setelah kejadian itu? Trauma atau ada harapan untuk segera dituntaskan tindak kriminal ini!


Pak Ahmad: Ya, trauma, sih, tentu saja! Baru pertama kali, kok, rumah dibobol pencuri. Ya, saya berharap pihak yang berwajib segera bertindak. Paling tidak, keamanan masyarakat terjaga, jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini.

4. Contoh teks wawancara dengan pedagang

5. Contoh teks wawancara dengan guru

 Wawancara 1

Saya : Assalamualaikum
Guru : Walaikumsallam
saya : maaf pak bolehkan saya meminta waktu bapak sebentar
Guru : iya,  ada apa ya?
saya : begini pak, saya.....ingin mewawancarai bapak, apa boleh?
Guru  : oh iya, silahkan
saya : kalau boleh tahu sudah berapa lama bapak/ibu menjadi guru disini ?
Guru  : sekitar ...tahun
saya : apa bapak menikmati pekerjaan bapak selama menjadi guru ?
Guru  : oh iya tentu
saya : kalau boleh tahu, sehari hari bapak pergi ke sekolah mengendarai apa?
Guru  : kalau saya naik mobil
saya : apakah bapak mempunyai anak, kelas berapa sekarang?
Guru  : ya saya mempunyai seorang anak laki laki, sekarang kelas 4 SD
saya : ya sudah pak, saya rasa ini cukup. maaf telah mengganggu bapak, terima kasih
Guru  : iya sama sama   


Wawancara 2

 shierenbudiawan

    shierenbudiawan Gemar Membantu


Pe-Wawancara : Sejak kapan Ibu menjadi guru BK?
Narasumber : Saya menjadi guru BK di SMPN xx Purworejo sejak tahun 2001. Tetapi, dulu sebelum saya diangkat menjadi PNS saya pernah bekerja menjadi guru BP di SMPN Kadipaten sebagai GTT ( Guru Tidak Tetap) pada tahun 1989. Lalu sekitar tahun 1997 saya mendaftar menjadi PNS di Purworejo. Kebetulan saya langsung lolos menjadi PNS. Pada awalnya saya ditempatkan di SMPN  yy Purworejo . Saya mengajar di SMPN yy Purworejo sampai bulan Juli tahun 2001 karena saya pindah ke SMPN xxx Purworejo dan saya bekerja di SMPN xx Purworejo sampai sekarang.

Pe-Wawancara : Apa tugas-tugas yang harus Ibu lakukan sebagai guru BK?
Narasumber : Tugas saya sebagai guru BK harus membimbing siswa agar siswa bisa memahami dirinya, memahami lingkungannya , memahami potensi yang ada pada dirinya, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan siswa tersebut agar siswa tersebut mencapai perkembangan yang optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Pe-Wawancara : Dimana saja Ibu mengenyam bangku pendidikan?
Narasumber : Saya sekolah di SDN 6 Kadipaten, Majalengka tamat tahun 1976 dan saya menamatkan SMP di SMPN 10 Bandung. Setelah tamat SMP kemudian saya melanjutkan ke SPGN 1  Bandung dan setelah tamat dari SPG pada tahun 1983 saya melanjutkan kuliah di IKIP Bandung mengambil jurusan Psikologin Pendidikan dan Bimbingan dan lulus tahun 1988.

Pe-Wawancara : Mengapa Ibu memilih bekerja sebagai guru BK?
Narasumber : Saya menyukai pekerjaan sebagai guru BK karena untuk menjadi guru BK harus mempelajari psikologi. Saya suka mempelajari psikologi karena psikologi itu mempelajari perilaku dan karakter manusia/ individu, dimana manusia termasuk makhluk yang unik dan kami dituntut untuk memahami seteiap karakter manusia
maaf jika ada yg salah dan kurangnya...karena saya tidak terlalu pandai mewawancarai.

 

6. Contoh teks wawancara tentang lingkungan

 Wawancara 1

Pada tanggal 11 Mei 2013 saya berhasil melakukan wawancara dengan salah satu guru SMA Negeri 80 Jakarta dengan topik “pencemaran lingkungan” . Berikut adalah hasil dialog saya dengan narasumber .
P   : Pewawancara                   N   : Narasumber
P          : “Selamat siang bu . Boleh saya minta waktu sebentar untuk mewawancarai      
   ibu? Apa kedatangan saya mengganggu?"
N         : “Oh tidak . Saya senang sekali menjadi narasumber”
P          : “Menurut ibu , pengertian pencemaran lingkungan itu apa?”
N         : “Menurut saya , pencemaran adalah suatu kondisi dimana lingkungan itu
               menjadi tidak semestinya . Dan lingkungan itu pada akhirnya dapat meracuni
   manusia”
P          :  “Jenis – jenis pencemaran lingkungan yang ibu tahu itu seperti apa?”
N         : “Yang saya tahu itu pencemaran air, udara, hutan, dan ekosistem mungkin di
   dalam hutan lindung tapi itu dalam skala yang lebih besar”
P          : “Bisa ibu jelaskan satu contoh pencemaran lingkungan?”
N         : “Contohnya itu pencemaran air yang dilakukan oleh masyarakat . Misalnya
   orang sehabis mencuci pakaian itu kan memakai detergen, sedangkan detergen
   itu mengandung bahan kimia , maka air yang dibuang itu akhirnya sampai ke 
   kali atau sungai . Kalau di kota , pencemaran yang terjadi adalah udara”
P          : “Bagaimana cara mencegah pencemaran lingkungan itu ?”
N         : “Menurut saya hanya ada satu cara . Yaitu kesadaran manusia itu sendiri.
               Karena makhluk hidup yang diciptakan Tuhan dengan akal itu ya hanya
   manusia”
P          :“Apa peran serta SMA Negeri 80 dalam mencegah pencemaran lingkungan?”
N         : “Pertama, dengan membuang sampah pada tempatnya . Sampah – sampah
   tersebut harus kita pilah, yang mana organik dan non organik . Kedua, adanya
   larangan merokok di lingkungan sekolah ”
P          : “Bagaimana menyadarkan siswa – siswi SMA Negeri 80 akan pencemaran
   lingkungan ?”
N         : “caranya dengan mensosialisasikan siswa – siswi SMA Negeri 80 akan
   pentingnya lingkungan . Dan karena SMA Negeri 80 mengikuti lomba sekolah
   adiwiyata , akan ada sanksi hukum untuk siswa yang membuang sampah
   sembarangan”


Dari dialog wawancara diatas, saya mengambil kesimpulan bahwa pencemaran lingkungan pada dewasa ini sangat memprihatinkan . Pencemaran lingkungan dapat teratasi apabila setiap individu melakukan hal yang kecil seperti membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya , organik dan non organik . 

 

Wawancara 2

 Nando, lia, arsy, dan fitri sedang mewawancarai seorang kepala desa
nando ; selamat pagi pak, bisakah kami mewawancarai bapak sebentar?
bapak kepala desa ; silahkan
nando ; baiklah, perkenalkan, saya nando, dia lia, dia arsy, dan disebelah arsy ada fitri. siapakah nama bapak?
bapak kepala desa ; nama saya, bapak Bambang Irwanto, kalian bisa panggil saya pak Bambang
nando ; baik Pak Bambang, selamat pagi. kita akan mewawancarai bapak tentang lingkungan sekitar. di desa brindah ini, bersih sekali ya pak!
pak Bambang ;ya, tentu saja!. seperti nama desa Brindah, diambil dari kata "Bersih" dan "Indah"
nando ; apa ciri khas warga-warga desa ini, pak?
pak Bambang ; biasanya, ibu rumah tangga di masing-masing keluarga akan menyapu diantara jam 5 sampai jam setengah 8 pagi
nando ; wah, pantas saja desa ini bersih sekali pak
pak Bambang ; tidak hanya itu, anak-anak sekolah seperti kalian pun sudah berangkat ke sekolah jam setengah tujuh, padahal, mereka jalan kaki lima menit saja sudah sampai
nando ; berarti, mereka mempunyai banyak waktu luang untuk bermain di kelas pak?
pak Bambang ; tidak nak, menurut kata guru mereka, mereka ke sekolah jam setengah tujuh untuk membersihkan sekolah hingga rapi
nando ; waah, begitu ya pak
pak Bambang ; iya
nando ; ya sudah, terima kasih telah meluangkan waktu untuk kami. terima kasih atas hasil wawancaranya ya pak
pak Bambang ; sama-sama nak
nando, lia, arsy, fitri ; kami pamit dulu pak, sampai jumpa
Pak Bambang ; sampai jumpa

 

7. Contoh teks wawancara tentang hewan peliharaan Kucing

A : “Selamat pagi Yulia?” 

Y : “Iya,pagi juga. Kok tumben sekali kalian menemuiku? Ada apa?” 

A : “Nggak yul, kami cuma mau tanya-tanya tentang hewan peliharaanmu” 

Y : “Oh boleh saja, memang apa saja yang mau kalian tanyakan?” 

I : “Oke yul,kalau boleh tau apa sih hewan yang kamu pelihara saat ini?” 

Y : “Hewan yang saat ini aku pelihara adalah kucing” 

A : “Kira-kira,apa sih alasan kamu kenapa memelihara hewan yaitu kucing?” 

Y : “Awalnya alasanku memelihara hewan yaitu kucing sebenarnya hanya
untuk  mengusir kebosanan, tetapi lambat laun kucing yang aku pelihara
ternyata juga dapat aku jadikan sebagai teman” 

I : “Dapat dijadikan sebagai teman?” 

Y : “Iya, menurutku kucing dapat dijadikan teman karena kucing bisa menghargai
dan mencintai pemiliknya” 

A : “Oh begitu, terus kenapa kamu lebih memilih memelihara kucing dibandingkan
dengan hewan lainnya?” 

Y : “Karena hampir tidak ada orang yang takut pada kucing dan pastinya juga karena
menurutku  kucing merupakan hewan yang imut dan manis” 

I : “Wah sepertinya menyenangkan sekali ya memelihara kucing?” 

Y : “Ya bisa dibilang begitu, tapi bukan berarti tanpa resiko jika kita memilih
untuk memelihara kucing” 

A : “Memang apa saja resikonya jika kita memelihara kucing?” 

Y : “Resiko ketika kita memelihara kucing adalah bila kita kurang waspada,
sejumlah penyakit serius sewaktu-waktu dapat menyerang kita yang disebabkan
oleh kucing yang kita pelihara tersebut. Selain itu, kucing yang kita pelihara
mungkin juga suka buang kotoran di sembarang tempat” 

I : “Apa saja contoh penyakit serius yang dapat disebabkan oleh kucing yang
kita pelihara itu?” 

Y : “Contoh penyakit yang dapat disebabkan oleh kucing yang kita pelihara
diantaranya adalah toksoplasmosis, infeksi akibat cakaran dan gigitan, cacingan
serta alergi” 

A: “Apa saja sih perawatan yang dapat dilakukan agar kucing yang kita pelihara
sehat?” 

Y : “Perawatan yang dapat kita lakukan untuk kucing yang kita pelihara agar
sehat antara lain memandikannya,menyisir bulunya serta membersihkan
telinga,muka,gusi,gigi dan kukunya” 

I : “Apa kucing kamu pernah terserang penyakit? Klau iya, apa sih obat yang
sering kamu berikan disaat kucingmu sakit?” 

Y : “Biasanya kalau kucingku sakit, akan aku bawa ke dokter hewan” 

A : “Oh gitu ya? Oke deh yul terima kasih atas waktunya untuk menjawab semua
pertanyaan kami” 

Y: “Oh sama-sama, aku malah senang ada yang ingin mengetahui tentang hewan
peliharaan, jangan sungkan – sungkan bertanya lagi kalau kalian masih mau tau
info lain tentang hewan peliharaan”

I : “Oke yul siiiiip, kami tidak akan sungkan bertanya kepada kamu kalau kami
ingin tau info lain tentang hewan peliharaan”
Keterangan:
Y : Yulia   (Narasumber)      
I : Ilham (Pewawancara)
            
         
A : Akbar (Pewawancara)
Demikian contoh teks wawancara secara lengkap, untuk beberpa contoh lainnya polanya sama dengan contoh teks wawancara yang sudah ada tinggal mengikuti polanya.
 

Related Posts

20+ Wawancara Tentang Pendidikan, Pedagang, Lingkungan, Teman, Guru
4/ 5
Oleh