Kamis, 04 April 2019

Contoh Pidato Tentang Kemerdekaan

Contoh Pidato Singkat – Pidato merupakan kegiatan berbicara di depan umum atau bisa juga disebut orasi dengan tujuan menyatakan pendapat danmemberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato bisa dilakukan oleh siapa saja, namun biasanya dibawakan oleh seseorang yang cukup penting untuk memberikan orasi-orasi pada suatu acara tertentu.
Berikut ini kita akan mengulas lengkap mengenai contoh pidato singkat yang baik dan benar. Mulai dari contoh pidato perpisahan, contoh pidato bahasa indonesia, contoh pidato tentang lingkungan, contoh pidato pendidikan, contoh pidato tentang disiplin, contoh pidato narkoba, contoh pidato tentang kesehatan, contoh pidato lucu dan menghibur, contoh pidato agama, contoh pidato tentang kebersihan kelas, dll.

Anda bisa menyiapkan sebuah teks kecil jika tidak sanggup menghapal pidato singkat atau belum terbiasa untuk melakukan pidato secara natural. Berikut ada beberapa contoh pidato singkat tentang berbagai bidang yang dapat Anda jadikan sebagai suatu referensi.

Contoh Pidato Singkat – Berikut ini penjelasan lengkap seputar contoh pidato singkat. Mulai dari Contoh pidato singkat tentang narkoba, contoh pidato singkat tentang pendidikan, contoh pidato singkat tentang kebersihan, contoh pidato singkat tentang kesehatan, contoh pidato singkat tentang agama, dll.


     
pembahasan singkat tentang contoh pidato singkat yang lucu dan menghibur. Mulai dari contoh pidato kemerdekaan, contoh pidato perpisahan kelas 6, contoh pidato perpisahan kelas 9, contoh pidato perpisahan kelas 12, contoh pidato ulang tahun, contoh pidato resmi, contoh pidato cinta tanah air, contoh pidato upacara bendera, contoh pidato hari ibu, contoh pidato islami yang menarik, contoh pidato reuni yang bagus, mudah dihafal, berkesan, menarik, dll.



------------------------------------------------------------------------------------

-------------------------------------------------------------------------------------



Assalumualaikum Wr. Wb
Alhamdullahi robbil ngalamin wassolatu wassalamu ngala asrofil ambiyaai wal mursalin,
Wangala alihi wasohbihi ajmangin amma bakdu.
Para Bapak Ibu Dewan Guru atau Dewan Juri yang saya hormati dan dimulyakan AllohSWT
Dan Peserta lomba yang saya hormati dan juga dimulyakan oleh Alloh SWT
Sebelumnya mari kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Sholawat serta salam kita aturkan pada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yag telah membawa kita dari alam jahiliyah ke alam islamiyah seperti sekarang ini.
Hadirin yang berbahagia, hari ini adalah hari Kamis tgl 9 Agustus 2007. sebagai warga Negara Indonesia, kita semua tentu sudah mengetahui apa yang telah berlangsung pada hari-hari seperti saat sekarang ini. 

Secara de jure, atau menurut teorinya, kita bangsa Indonesia sudah merdeka sejak 62th yang lalu, yaitu sejak hari jumat, tgl 17 Agustus 1945. Namun secara de facto, atau pada kenyataannya, diantara kita sesama bangsa Indonesia, barangkali masih bisa berbeda pandangan. Untuk itu, kita bisa melihat dan mendengarkan berbagai komentar tentang Kemerdekaan ini di media-media massa atau layar televisi di rumah-rumah kita. 

Namun, lepas dari sebenarnya kita sudah merdeka atau belum, tampaknya tidak terlalu penting untuk kita persoalkan. Yang lebih penting adalah bagaimana atau apa yang mesti kita perbuat untuk kemaslahatan diri kita dan orang banyak, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan kita ini.
Hadirin yang dimulyakan Allah, Allah telah mengisyaratkan kepada kita sekalian, bahwa antara kemerdekaan dan ketakwaan ternyata mempunyai ikatan yang sangat erat. Diantara ke duanya tidak mungkin dipisahkan, terutama jika benar-benar menghendaki makna Kemerdekaan yang sebenarnya. Allah SWT berfirman :
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, sehingga mereka tidak akan disentuh oleh siksa api neraka dan tidak pula akan merasakan duka cita. ( Q.S. Az-Zumar,39; ayat 61 ).

Dari ayat ini kita bisa melihat dengan jelas kaitan antara keselamatan, ketakwaan, kemenangan dan bebas dari penderitaan maupun rasa duka. Dan poros awalnya adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Sehingga kita bisa memahami bahwa hakikat kemerdekaan, mestinya, adalah kemenangan yang membawa keselamatan dan pembebasan dari beban penderitaan maupun rasa duka. Hadirin sekalian definisi kemerdekaan menurut Surat Az-zumar ayat 61 ini rasanya berat sekali untuk diwujudkan. Terlebih lagi bagi masyarakat kita yang sangat majemuk ini. Tetapi paling tidak, definisi yang demikian dapat kita jadikan acuan dan sekaligus tujuan untuk mengarahkan langkah-langkah kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, langkah utamanya adalah bagaimana upaya kita agar senantiasa berada didalam koridor ketakwaan. Sebab kemenangan, keselamatan dan lain-lainnnya itu akan terwujud dengan sendirinya. Apabila ketakwaan dengan segala dimensinya itu benar-benar kita jalankan. 

Jadi, bagaimanakah kita akan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia ini ? Pertanyaan ini bisa kita jawab, tentu saja, dengan menunaikan dimensi-dimensi ketakwaan itu sendiri, yang antara lain:
Selalu berorientasi hidup di depan:
Berbuat adil, Allah SWT berfirman:
Berbutlah adil, karena perbuatan adil itu paling dekat dengan taqwa. (Q.S. Al-Maidah, 5; ayat 8).
Mudah memaafkan kesalahan orang lain dan mengembangkan potensi diri,Allah berfirman
dan sifatmu (untuk) memaafkan itu lebih dekat kepada taqwa, dan janganlah kamu melupakan keutamaan yang ada di antara kamu. (Q.S AI-Baqarah, 2; ayat 237)
Bersikap rendah hati dan menjaga intonasi suara
Memelihara makanan, hanya yang halal dan berkualitas. Allah SWT berfirman:
Dan makanlah dari sebagian harta yang kamu dapatkan itu (dari) yang halal dan baik. (Q.S. Al- Hujaraat, 49; ayat 3)
Berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan pengorbanan diri. Allah SWT berfirman:
Orang- orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihat dengan harta dan diri mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang orang bertaqwa. (Q.S. At Taubah, 9; ayat 44).
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Related Posts

Contoh Pidato Tentang Kemerdekaan
4/ 5
Oleh